Pengalaman ikut Bootcamp HRD Eduwork: refleksi, tantangan, biaya, dan insight karier HR dari sudut pandang mantan Guru BK yang ingin switch career.
Daftar Isi:
- Ekspektasi Awal Pas Pertama Kali Ikut Bootcamp HRD
- Realita dan Tantangan Mengikuti Bootcamp HRD
- "Bukan Saya Doang yang Nyari Kerja"
- Tantangan HR Ketika Terjun ke Dunia Kerja Sekarang
- Refleksi Dalam Perjalanan Ikut Bootcamp HRD Bersama Eduwork
1. Ekspektasi Awal Pas Pertama Kali Ikut Bootcamp HRD
Perkenalan dulu..
Pertama, perkenalkan saya Fauzy Husni dari Kuningan, Jawa Barat, seorang sarjana psikologi. Alasan saya mengikuti Bootcamp Human Resource dari Eduwork karena ingin switch career dari seorang Guru BK di SMK setelah 4 tahun. Selama itu, saya banyak belajar untuk mengelola dan membantu banyak orang. Berkaitan dengan siswa untuk bisa menyelesaikan masalahnya hingga memaksimalkan potensinya. Maka dari itu, saya ingin melangkah ke jenjang karir selanjutnya.
Karena ini awal saya ikut bootcamp..
Ekspektasi awal saya ketika mulai belajar pelatihannya, semuanya akan mudah dan saya pikir akan membosankan serta repetitif materinya.. Di pikiran saya hanya cukup menyimak materi seperti kita ikut webinar. Terlebih karena saya sudah punya pengalaman bekerja selama 4 tahun saya expect akan familiar. Dulu saya pun kuliah psikologi juga pernah ikut mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi. Saya juga pernah mengikuti kelas online mengenai Human Resource, tapi nyatanya...
2. Realita dan Tantangannya Mengikuti Bootcamp HRD
Lho, kok makin seru ya, karena..
Nyatanya, semakin pertemuannya banyak anehnya apa yang pemateri jelaskan dan materinya makin menarik. Lebih mendalam, detail dan malah jadi lebih seru. Banyak insight baru dan bahkan ada beberapa materi yang saya kira sulit tapi jatohnya jadi menyenagkan. Contohnya, materi perundang-undangan yang berkaitan dengan tenaga kerja dan pembagian gaji untuk berbagai tunjangan, asuransi, dan sebagainya. Anehnya, ketika pemateri menjelaskan, apalagi secara detail, bahasanya pun mudah untuk saya mengerti.
Makin jauh perjalanan, pesertanya makin nyaman..
Makin sering pertemuannya peserta juga semakin aktif. Sesekali peserta diskusi melempar pertanyaan malah membuat saya terhibur juga. Saya juga terkadang melempar pertanyaan, mengikuti bootcamp-nya semakin interaktif. Gak saklek juga yang nanya harus on-cam, pertanyaan yang saya tulis di kolom chat pun pemateri suka ngejawab.
Ada tugasnya juga, yang sebutannya Mini Task..
Berbeda dengan webinar yang hanya mengikuti dan menyimak materi, setelah bootcamp peserta harus menyelesaikan mini-task dari pemateri tentang apa yang sudah pemateri sampaikan. Di sini juga seru, sih, karena saya bisa memperdalam apa yang sudah saya pelajari. Untungnya, waktu luangnya banyak, yaa, kebayang sih kalo yang sambil kerja mungkin keteteran. Kalau saya ngerasanya kayak kuliah lagi ajaa.
Dari segi melatih komitmen dan kesungguhan, ikut bootcamp recommended banget.
Tantangannya juga, mengikuti bootcamp mengharuskan untuk komitmen. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk sebulan lebih berkomitmen dan fokus mengikuti pelatihan ini. Itu juga menjadi alasan saya ikut bootcamp, karena saya pun sebenarnya punya member Kelas.Work sampai akhir tahun. Tapi seringnya terbengkalai gitu, lho. Buat belajar itu kayak kurang pressure. Nah, bootcamp justru membantu saya berkomitmen karena sudah ada jadwal yang terstruktur.
Biaya bootcamp relatif mahal, butuh persiapan matang, tapi untungnya ada Eduwork. (Disclaimer: Saya tidak di-endorse, yaa..)
Tantangan selanjutnya adalah segi biaya bootcamp-nya ternyata sangat lumayan apalagi yang full stack bisa sampai jutaan. Tetapi, saya memang menghabiskan waktu panjang untuk membandingkan beberapa bootcamp yang ada. Di antara yang berseliweran di sosmed, akhirnya saya memilih Eduwork karena ini bootcamp yang menurut saya paling terjangkau dan harganya cocok untuk budget saya.
Perbandingannya Harga Bootcamp Human Resources yang terkenal di pasaran berikut ini..
- Bootcamp HR Eduwork: Harga dari 99.000 - 3.649.000
Nah, Eduwork ini terjangkau dan bisa sistemnya nyobain dulu. Cuman kalau jalan-jalan ke websitenya harganya lebih mahal gaes dari yang saya dapat. Soalnya waktu itu, saya chat adminnya karena ada flash sale di Instagram dan alhamdulillah dapat penawaran yang lebih terjangkau.
Waktu itu saya dapat paket termurah mulai dari 99.000 Program Quick Start tapi hanya bisa ikut beberapa pertemuan saja. Jadi, atas pertimbangan budget dan fasilitas, saya ikut paket yang kedua yaitu Program Advance Learning Path dengan harga 270.000 dan bisa ikut sampai pertemuan ke-10.
Di tengah perjalanan, karena nyaman belajarnya, saya upgrade lagi menjadi Program Career Excellence membayar lagi 299.000. Jujur ngerasa sayang banget jadi ingin mengikuti keseluruhan kelasnya. Selain itu, penasaran juga mau mendapat konsultasi dengan mentor.
Hingga ada pendampingan personal branding juga untuk Linkedin, CV dan Portofolionya jadi saya penasaran. Pas ini saya upload baru pertemuan ke-9 gaess, nanti saya update lagi, yaa bagaimana keseruannya..
- Kelas.Work Bootcamp Human Resouce: Harga dari 499.000 - 2.000.000
Nah, ada Program Digital Human Resources yang cukup terjangkau dari 499.000. Sayangnya waktu itu Eduwork penawarannya lebih menggiurkan. Bootcamp ini Full Stack-nya harganya 2.000.000 tapi memang benefitnya lebih intensif dan ada sertifikasi BNSP-nya juga.
- Bootcamp Human Resources HariSenin.com: Harga dari 1.200.000 - 3.300.000
Tersedia dari paket Upskill, Get a Job, sampai yang tertinggi Refund. Paket Refund menawarkan untuk jaminan uang kembali kalau misal sudah mengikuti pelatihan tetapi belum dapat kerja.
- Profesional Human Resources Bootcamp TempatBelajar.id: Harga 2.999.900 - 3.999.900
Untuk ini harga early bird sebesar 2.999.900 kalau mendekati kelasnya mulai, nanti harganya naik jadi 3.999.900.
- Job Connect Bootcamp Human Resources Dibimbing.id: Harga dari 8.499.000 - 14.499.000
Untuk yang ini mungkin bukan Online Class lagi melainkan Live Class dan lebih intensif jadi harganya memang fantastis. Bukan hanya itu, benefitnya bisa dapat 12 minggu magang di hiring company-nya Dibimbing.id.
Solusi saya, in this economy..
Untungnya saya masih ada sedikit pegangan dari pekerjaan saya sebelumnya. Plus, alhamdulillah mendapat kesempatan pekerjaan freelance menjadi content writer. Lumayan yang membantu saya menopang kehidupan sebelum bekerja kembali. Do'akan guys, tapi saya memang niat untuk fokus dan ambil resiko, sih, walaupun resikonya lumayan tetapi ambil saja dan semoga nanti ada jalannya.
"If we can do it, wonderful. If not, then fail in the most beautiful way.” - Jurgen Klopp
3. "Bukan Saya Doang yang Nyari Kerja"
POV awal saya ikut bootcamp akan eksklusif..
Uhh.. ternyata yang ikut bootcamp juga banyak ya. Awalnya masih banyak sampai 60-an lebih orang karena paket Quick Start yang saya jelaskan tadi. Banyak yang nyoba dan cuma penasaran. Sekarang sih, sudah mengerucut menjadi 40-an orang. Segitu pun menurut saya masih banyak. Bayangin di real live waktu ngajar di kelas, ada 40 orang aja sudah banyak apalagi 50 orang seperti kebijakannya Pak Dedi Mulyadi..
Bersaing untuk mendapatkan kerja, gaess..
Di sini pun, pemateri memang selalu menegaskan kalau "Bukan cuma kita yang nyari kerja". Begitu. Jadi selama belajar bootcamp jadi gak mau menyia-nyiakan apa yang pemateri sampaikan. Shotout buat pematerinya, Kak Nikmah Rosita, saya sampai langsung nyari ke LinkedIn untuk connect sama Mbak-nya. Saya pun terinspirasi juga buat bisa bikin apa yang membuat saya spesial dibandingkan orang lain di mata perusahaan nanti.
By the way, mampir juga ke LinkedIn saya yaa: Profil LinkedIn Fauzy Husni Mubarok.
Memposisikan sebagai HR yang akan merekrut karyawan..
Setelah selalu mendengar masih banyak orang yang nyari kerja, banyak hal saya pikirkan dan saya kerjakan juga. Sampai-sampai, saya membuat blog ini dan membeli domain untuk bisa membuat portofolio saya lebih menarik di mata rekruiter nanti.
Sebagai Calon HR nantinya, saya pun jadi memposisikan, nih, sebagai HR nanti. Pasti nanti akan melakukan Recruitment, Talent Acquisition, proses End-to-End, Onboarding dan lainnya, pasti sudah melalui proses yang lumayan, harus melihat dan menyeleksi, dong, kandidat mana nih yang terbaik di antara banyak orang untuk bisa bekerja sama di perusahaan dan mencapai tujuan bersama.
4. Tantangan HR Ketika Terjun ke Dunia Kerja Sekarang
Mengambil yang terbaik dari sekian banyak peminat..
Kilas balik, saya masih menjadi Guru BK di SMK Karya Nasional Kuningan. Memang dalam pandangan saya 19 juta lapangan kerja itu sepertinya masih belum terasa ya. Ketika mengamati BKK (Bursa Kerja Khusus) melakukan rekruitmen di sekolah pasti banyak yang mendaftar. Bahkan, mencapai ribuan jika perusahaan yang sedang membuka lowongannya bonafit seperti Astra dan Toyota. Saya jadi selalu memikirkan, bagaimana saya bisa menyeleksi segitu banyaknya orang dan mengambil yang terbaik.
Sebagai HR harus bisa melakukan program retensi karyawan..
Setelah itu pun, tantangan masih ada. Tidak hanya menjaga supaya seseorang bisa betah bekerja di perusahaan. HR memikirkan juga bagaimana karyawan bisa merasa berkembang. Ternyata di dunia kerja pun sebagai HRD masih harus bisa menjaga retensi karyawan.
Flashback ketika masih menjadi Guru BK dan wali kelas..
Jadinya, saya flashback, ketika masih menjadi Guru BK dan bahkan menjadi wali kelas. Saya melihat bagaimana membuat siswa betah di kelas. Bagaimana siswa betah berinteraksi dengan temannya dan gurunya. Bagaimana siswa suka atau tidak dengan pelajaran yang mereka pelajari di kelas. Serta bagaimana siswa apakah semangat atau tidak mengerjakan tugas-tugasnya.
Jujur, waktu saya menjadi wali kelas selama 2 tahun, tahun pertama saya alhamdulillah tidak pernah mengembalikan siswa ke orang tua. Mungkin levelnya belum upgrade. Justru, di tahun kedua karena isi orang-orang di kelasnya lebih menantang saya pun banyak belajar. Dua orang siswa harus saya kembalikan ke orang tuanya, kalau istilah HR-nya terdapat turnover yaa.
Apa yang bisa saya pelajari..
Sebagai guru BK di sekolah swasta dan memotivasi gen Z yang gampang bosan, semangat belajarnya harus terus ada yang ngebantu mendongrak, gampang pundung, dan lainnya. Waktu itu belajar mengelola juga turnover rate siswa yang keluar. Karena sekolah swasta tidak seperti di sekolah negeri yang lebih stabil.
Untuk rencana ke depannya, semoga saya bisa mengembangkan program onboarding dan retention yang mendorong untuk aktualisasi diri. Tidak lupa, lebih humanis. Supaya dapat membuat orang-orang yang bekerja di perusahaan tempat saya bekerja merasa berkembang dan bisa mencapai potensi terbaik dari dirinya.
5. Refleksi Dalam Perjalanan Ikut Bootcamp HRD Bersama Eduwork
Bootcamp ini bukan hanya menambah pengetahuan saya, tetapi memperkuat komitmen saya untuk berkembang sebagai HRD Profesional. Jika di antara pembaca ada yang perusahaannya sedang mencari HR boleh kontak saya yaa. Terlebih, mencari HR yang memiliki latar belakang edukasi, komunikasi dan keahlian yang kuat. Selain itu, perusahaannya pun memiliki kultur untuk mengembangkan karyawan dan jenjang karier yang jelas. Saya sangat terbuka untuk bisa terlibat dan belajar bersama.
Semoga kita bisa bekerja sama. Saya Fauzy Husni, saya akhiri. Mari, untuk diskusi pekerjaan, selain HR saya juga membuka jasa freelance content writer. Silahkan mampir ke laman kontak yaa.


